Mate cup, yang juga dikenal sebagai "mate gourd" atau "mate calabash," berasal dari Amerika Selatan, khususnya dalam budaya asli masyarakat Guarani di Paraguay, Uruguay, dan Argentina saat ini. Mate cup merupakan bagian integral dari praktik sosial dan budaya tradisional di wilayah ini dan memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak zaman pra-Columbus.
Cangkir mate terutama digunakan untuk minum minuman populer yang dikenal sebagai mate, yaitu sejenis teh yang terbuat dari daun tanaman yerba mate. Kebiasaan minum mate telah diwariskan turun-temurun dan memiliki kepentingan budaya dan sosial yang signifikan di negara-negara Amerika Selatan. Minuman ini sering dibagikan di antara teman dan keluarga sebagai simbol keramahtamahan dan komunitas.
Cangkir mate sendiri biasanya terbuat dari kulit labu yang dikeringkan dan dilubangi, meskipun variasi modern juga dapat ditemukan dalam bahan-bahan seperti kayu, logam, atau keramik. Metode tradisional untuk menyiapkan dan menyajikan mate melibatkan penempatan daun yerba mate kering di dalam labu, menambahkan air panas, dan menyeruput minuman yang diinfus melalui sedotan logam atau kayu yang disebut bombilla.
Popularitas mate dan cangkir mate telah melampaui akar budaya tradisionalnya dan telah menyebar ke belahan dunia lain, serta mendapatkan pengikut global. Penggemar mate menghargai rasa yang unik dan aspek sosial dari berbagi mate dengan orang lain. Selain itu, manfaat kesehatan yang dikaitkan dengan yerba mate, seperti sifatnya yang memberi energi dan antioksidan, juga berkontribusi terhadap meningkatnya popularitasnya.
Selain kegunaan praktisnya sebagai wadah untuk menikmati mate, cangkir mate juga telah menjadi simbol identitas Amerika Selatan dan sering dihiasi dengan desain rumit dan ukiran ornamen yang mencerminkan tradisi artistik budaya adat. Hasilnya, cangkir mate tidak hanya menjadi objek fungsional tetapi juga sebuah karya seni, yang dihargai karena keahlian dan signifikansi budayanya.